Total Pageviews

Jan 30, 2011

Kesaksian : Hendy Kecanduan Dengan Tubuh Wanita

Semakin di larang, semakin penasaran, itulah yang di alami  Hendy yang waktu itu masih berumur 10 tahun. Orang-orang dewasa yang sedang asik menonton film porno itu tidak pernah tahu bahwa Hendy akhirnya mengintip di balik celah kayu. Namun tidak hanya sebatas menonton, Hendy dengan nekadnya mempraktekkan apa yang ditontonnya dengan teman mainnya.
“Saya ajak teman sepermainan saya untuk melakukan apa yang saya tonton. Sebenarnya waktu itu saya belum bisa menikmatinya, cuma mau melakukannya,” demikian jelas Hendy.
Sejak itu, Hendy menjadi pemburu seks. Tiap gadis yang ia pacari, pasti berakhir dengan hubungan badan. Ia tidak takut dengan sakit kelamin ataupun resiko kehamilan, asalkan dirinya dipuaskan. Sebagai piala bagi keberhasilannya, tak jarang ia mengabadikan wajah wanita-wanita yang telah jatuh dalam pelukannya di telephone genggam.
Tapi di suatu hari dia bertemu dengan seorang gadis bernama Irene. Gadis ini mengalihkan perhatian Hendy dari seks. Hanya dalam waktu empat bulan sejak pertemuan mereka, Hendy menikahi Irene. Akhirnya tiba juga malam pertama yang sudah dinanti-nantikan Hendy.
“Oh.. ternyata cuma segini. Sama saja. Waktu itu dia masih polos, dibandingkan dengan pelacuran yang pernah saya nikmati, ternyata disana lebih nikmat.”
Tidak puas dengan istrinya, di malam ketiga dan ke empat, Hendy sudah mengumbar hasratnya kembali di tempat pelacuran. Hal ini terus berlanjut hingga Irene hamil anak pertamanya, disanalah rahasia itu teruangkap.
“Ternyata selama ini dia telah mengkhianati saya. Dalam hati, saya sangat kecewa banget. Saya nyesel banget sudah menikah sama dia,” ungkap Irene. Namun kekecewaan dan sakit hatinya tidak pernah ia ungkapkan, karena ia tahu pasti, dirinya hanya akan disuruh pulang kerumah orangtuanya.
Ketika sudah tidak tahan lagi, Irena menanyai Hendy yang sering pulang hingga larut malam. Namun bukan jawaban yang ia terima, tapi kata-kata makian dan pukulan yang di dapatnya. Hal ini terus berlanjut hingga anak kedua mereka lahir, konflik demi konflik terus mewarnai kehidupan keluarga Irene dan Hendy. Tak jarang, anak-anak yang menjadi pelampiasan amarah Irene kepada suaminya.
Hendy yang menerima perlakukan dingin dari Irene malah semakin menjadi-jadi. Malah dia berani main api dengan berselingkuh dengan seorang wanita yang bersuami. Ia sengaja menyimpan adegan-adegan ranjang bersama wanita itu di handphonenya untuk membuat istrinya makin sakit hati.
“Dia mau ninggalin suaminya, saya ingin ninggalin istri saya, tujuannya memang itu.”
Melihat foto-foto itu, perang mulut terjadi antara Irene dan Hendy. Ancaman yang Irene lontarkan ternyata tidak cukup ampuh untuk mengubah Hendy. Irene hanya dapat menangis dan meratapi nasibnya saja sambil mengutuki suaminya.
Hingga suatu hari, seorang pria datang ke toko milik Hendy mengajaknya ke sebuah acara bertajuk “Pria Sejati.”
“Dengar kata “Pria Sejati” itu, saya bertanya, ‘Apa saya kurang sejati? Pacar saya di mana-mana, selingkuhan saya dimana-mana. Anak saya sudah dua. Kurang sejati apa saya?’ Saya pikir anak muda ini pasti mau nipu saya. Saya ngga responin, tapi saya juga ngga nolak.”
Sebenarnya Hendy tidak berniat untuk pergi acara ini, namun pada hari H-nya, anak muda tersebut datang menjemput. Karena merasa tidak enak, akhirnya Hendy ikut juga.
Di seminar tersebut, Hendy seakan ditampar oleh kebenaran firman Tuhan yang disampaikan. “Pembicara itu seperti menegur saya tentang dosa yang selama ini saya perbuat. Waktu itu saya sadar, betapa bejatnya saya dihadapan Tuhan. Rasanya saya kotor sekali. Benar-benar dosa yang tidak dapat diampuni.”
Semua yang pernah ia lakukan seperti diputar kembali saat itu. Kekejaman kepada istri dan anak-anaknya, semua perselingkuhan dan perzinahan yang sudah ia lakukan.
“Pembicara itu bilang, pria sebagai kepala rumah tangga adalah sumber. Kalau sumbernya tidak benar maka semuanya tidak benar. Saya terpikir anak saya, kalau saya sebagai sumbernya tidak benar maka anak-anak saya nanti ngga benar. Saya mengambil komitmen, saya akan meninggalkan semua kehidupan lama saya. Saya mau mengasihi istri dan anak-anak saya.”
Saat Hendy mengambil komitmen itu dihadapan Tuhan, tiba-tiba sebuah cahaya putih melingkupinya. “Saya tersungkur, saya ngga sanggup untuk bangun waktu itu.”
Untuk pertama kalinya, Hendy merasakan kasih dan pengampunan Tuhan mengalir dalam hatinya.
“Kasih itu ada di dalam saya. Saya mendengar firman Tuhan itu, ‘sebesar apapun dosa kamu, sudah Saya ampuni, asalkan Engkau mau bertobat.’ Rasanya beban yang selama ini saya pikul terlepas semua. Rasanya lega sekali.”
Hendy pun pulang dan mendatangi istri dan anak-anaknya. Namun pertobatan Hendy harus di uji oleh sikap tidak percaya dari istrinya.
“Saya anggap air mata dia itu bohong-bohongan saja. Orang setega ini, orang sekasar ini, apa mungkin dia nangis karena benar-benar menyadari apa yang telah ia perbuat?”  ungkap Irene yang masih belum bisa mengampuni suaminya.
Rasa sakit karena perlakuan Hendy selama delapan tahun pernikahan mereka, tidak bisa lenyap oleh permintaan maaf Hendy hari itu. Namun Irene pun mengalami pembentukan Tuhan. Lambat laun, Irene menyadari bahwa suaminya telah berubah.
Perceraian bukanlah pilihan bagi Hendy dan Irene, karena mereka memilih membuka hidup mereka bagi Tuhan. Kini, kasih Tuhan yang menjadi perekat bagi rumah tangga Hendy dan Irene. Keterbukaan antara suami istri menjadi penjaga bagi Hendy agar ia tidak jatuh lagi pada lubang yang sama. Jika dulu sumpah serapah dan pertengkaran yang mewarnai kehidupan Hendy dan Irene, kini telah berganti kasih mesra yang dari Tuhan. (Kisah ini ditayangkan 27 Januari 2011 dalam acara Solusi Life di O'Channel)
Sumber Kesaksian :
Hendy & Irene

Karena Dendam, Novita Rela Gadaikan Nyawa Pada Dukun

Di masa kecilnya, Novita mengalami kerasnya hidup dalam kemiskinan. Ia dititipkan oleh orangtuanya pada seorang kerabat agar bisa tetap bersekolah, namun ternyata disana ia merasakan pengalaman yang sangat pahit.
“Saya ditaruh di Tasik, disana saya diperlakukan dengan semena-mena dan kasar sekali. Saya harus mikulin air yang jaraknya satu kilo dari rumah, juga cuci piring dan kalau terlambat sedikit saja langsung ditendang. Duh.. saya dendam sekali. Sakit hati sekali kalau ingat peristiwa itu.”
Penderitaan demi penderitaan terus membayangi hidup Novita, bahkan dalam pernikahannya ia mengalami siksaan dari sang suami.
“Suami saya itu orangnya kasar, selama saya nikah sering dianiaya sama suami saya. Di pukul, ditendang, tetapi itu mungkin karena saya terlalu cerewet juga. Suami saya itu orangnya kaku dan jarang bicara, jadi masalah apa-apa dijawabnya dengan pukul. Bahkan kepala saya pernah dibentur-benturin ke tembok karena masalah sepele.”
Menyesal, itulah yang muncul dalam hati Novita tentang pernikahannya. Pria yang ia nikahi ternyata seorang yang sadis. Dendam, sakit hati dan trauma membuat diri Novita berubah.
“Dapat uang dari suami, saya langsung pergi. Main, bergaul dan juga merokok, saya merasa bahagia dengan melakukan semua itu. Saya bahagia karena merasa dihargai disitu. Disanalah ada teman yang memberitahu saya, ‘Nov, ke dukun yuk.. Biar suami kamu baik.’”
Disitulah Novita mulai masuk dalam dunia perdukunan, mulai dari pasang susuk dan melakukan berbagai ritual ia jalani untuk menaklukan hati suaminya.
“Tujuannya supaya suami sayang sama saya, supaya orang menghormati saya. Akhirnya benar, suami saya jadi ngga pernah mukul, dan jadi baik. Tapi kok lama-lama dia malah jadi kaya bloon. Bloonnya ya, kalau saya pulang malam, dia ngga pernah marah.”
Namun keberhasilannya menaklukan suaminya tidak membuat Novita puas. Ia mulai berpetualang menaklukan hati berbagai pria untuk memuaskan rasa sakit hatinya.
“Saya Cuma senang di hargai, senang dia suka sama saya, tapi habis itu klo dia sudah suka, saya tinggalin. Dengan saya berbuat itu, saya merasa puas. Terus terang saya lakukan itu karena dendam sama suami saya.”
Sekalipun permainannya di luar sudah terendus oleh suaminya, Novita seperti tak gentar. Ia malah makin dalam terjerumus dalam perdukunan. Tetapi tanpa ia sadari, apa yang ia lakukan membuat dia menggadaikan nyawanya pada setan.
“Suatu waktu kepala saya pusing, saya pikir sakitnya cuma pusing-pusing begitu aja, tapi akhirnya ngga sadar dan saya dibawa ke rumah sakit.”
Selama tiga hari Novita terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma. Setelah beberapa hari tidak ada perubahan, suami Novita memindahkannya ke rumah sakit lain. Disanalah sebuah fakta mengejutkan disampaikan oleh dokter yang menanganinya.
“Ternyata serabut-serabut diotaknya sudah rusak, sudah tidak bekerja lagi. Selain itu tensinya juga sudah 40/0,” ungkap Yopie, suami Novita. “Dokter bilang bahwa ini sudah ngga bisa tertolong lagi.”
Saat itu nyawa Novita sudah berada di ujung  tanduk, suami dan adik-adiknya sudah berkumpul dan menangis mengelilinginya.
“Waktu itu sebelah saya ada orang yang meninggal, saya lihat dia bangun. Dia ngajakin saya, ‘Bu, sini bu. Ikut saya..’ Dalam koma itu saya bilang, ‘Ngga, kamu sudah mati, tapi saya belum mati.’”
Saat hampir putus pengharapan itu, Yopie memohon pertolong pada Tuhan dan berdoa, “Tuhan, kalau Tuhan sayang sama saya dan istri saya, tolong pulihkan istri saya. Sembukan istri saya.”
Namun saat Yopie sedang berdoa, Novita sedang dalam sebuah perjalanan spiritual yang tidak pernah ia akan lupakan.
“Saat itu saya seperti dibawa ke suatu tempat, saya lihat seperti sumur Lapindo, kaya air mendidih, tapi disana keluar kepala-kepala orang. Lalu saya bilang, “Tuhan, saya haus.. saya haus..’ Lalu dijawab, ‘Ya udah, kamu pulang aja dulu. Selamatkan anak kamu, suami kamu. Lalu saya kebangun, saya langsung minta makan. Lapar…” tutur Novita.
Novita tiba-tiba tersadar dari komanya. Setelah menjalani pemeriksaan ulang, ternyata hasilnya begitu mencengangkan dan diluar akal sehat manusia.
“Ternyata otak-otaknya menyusun ulang kembali. Mata saya juga masuk lagi. Dokter juga bilang kalau ini mukjizat, ini pertolongan Tuhan.”
Peristiwa itu mengubah total kehidupan Novita, ia dengan rendah hati datang kepada Tuhan dan mengakui semua dosa-dosanya.
“Saya ingat semua dosa-dosa yang saya lakukan, mulai dari perselingkuhan hingga minuman dan rokok. Soal ke dukun… pokoknya segala macam yang saya lakukan membuat perasaan saya tidak karu-karuan. Saya merasa kotor, tidak ada artinya, saya ini sampah! Kayak gitu lah… Untuk menyebut nama Tuhan aja saya merasa ngga layak. Tapi saya sadar kalau Tuhan sayang sama saya. Tuhan ngga biarin saya. Tidak meninggalkan saya. Saya Cuma bisa nangis dihadapan Tuhan dan bilang, ‘Halleluya, puji Tuhan.. terima kasih Tuhan..’”
Pertobatan Novita tidah hanya berhenti disitu, ia pun memberanikan diri mengakui semua yang telah ia lakukan kepada suaminya.
“Saya kaget,” ungkap Yopie. “Untung sekarang ngakunya. Kalau dulu, laki-laki dan perempuannya sudah saya dor.. Tapi karena saya sudah janji sama Tuhan, saya harus punya kasih lah.. yang udah, udah…”
Sejak saat itu, ada pemulihan dalam rumah tangga Novita. Kebahagiaan yang dulu dicarinya dengan berbagai cara, ternyata ada di dalam Yesus Kristus.
“Tuhan Yesus itu baik buat saya, sangat baik bahkan. Pokoknya Dia tidak ada duanya deh…” demikian Novita mengungkapkan syukurnya pada Tuhan. (Kisah ini ditayangkan 28 Januari 2011 dalam acara Solusi Life di O'Channel)
Sumber Kesaksian:
Novita Pessak

Berdoa Dengan Kegigihan

Pada minggu lalu, kita telah belajar tentang doa pengakuan dosa. Melanjutkan seri pengajaran tentang doa, kali ini Gordon Robertson mengajak untuk bertumbuh lebih lagi dalam doa dengan mengenal doa ketekunan.
Sisihkanlah 15 menit saja untuk berdoa dalam sehari, jika Anda melakukan hal ini maka Anda akan dibukakan tentang rahasia-rahasia kuasa doa.
Pada hari ini saya akan mengajarkan tentang rahasia doa ketekunan yang akan memberikan Anda hasil karena Anda gigih bertekun dalam doa-doa Anda. Seringkali sebagai orang Kristen, kita berdoa dengan setengah hati sehingga jawaban doa itu tidak pernah kita raih. Namun sebenar Tuhan Yesus telah memberikan petunjuk yang jelas tentang doa yang akan membuat kita mendapatkan jawaban atas permohonan-permohonan doa kita.  Petunjuk tersebut dapat Anda temukan di Lukas 11, dimana Yesus mengajarkan tentang perumpamaan seseorang yang meminjam roti ke rumah sahabatnya.
“Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.” ~ Lukas 11: 5-8
Teladan yang dapat kita ambil dari perumpamaan diatas adalah dia tidak meminta untuk dirinya sendiri; Orang tersebut meminta roti bagi temannya yang lain. Dalam perumpamaan ini Yesus mengajarkan kita tentang meminta dengan gigih. Orang dalam perumpamaan tersebut tahu bahwa sahabatnya memiliki roti, dan dia tahu bahwa temannya yang lain sedang membutuhkannya, dan dirinya tahu bahwa ia bisa menghubungkan mereka berdua, sehingga kebutuhan orang lain dapat terpenuhi. Karena kegigihannya dalam meminta, akhirnya sahabatnya memberikan roti tersebut.
Hal yang sama juga dengan Tuhan; Jika kita terus medesak, kita gigih dengan doa-doa kita, maka kita akan menerima jawaban atas doa-doa tersebut. Dengan kegigihan kita dalam doa maka kita bisa membuat perubahan.
Yang perlu Anda terus ingat dalam pikiran Anda bahwa orang dalam perumpamaan tersebut tidak meminta untuk dirinya sendiri. Dia memohon sesuatu untuk orang lain. Dia bertindak sebagai penengah antara dua orang. Dan jika kita terapkan hal ini dalam doa, maka hidup kita akan diubahkan. Doa-doa yang kita panjatkan bukan lagi doa-doa yang egois, tetapi kita berdoa sebagai mediator antara sang sumber segala sesuatu dan mereka yang sedang membutuhkan sesuatu, maka kita akan melihat jawaban doa-doa kita tersebut.
Namun tidak berhenti disitu, Yesus kemudian menyampaikan sesuatu yang tidak biasa, Dia mengajarkan kita prinsip Kerajaan Allah. Inilah firman Allah yang kekal itu:
“Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” ~ Lukas 11:9-10
“Jadi Aku katakan kepadamu, mintalah.” Kata meminta dalam bahasa Yunani diartikan sebagai “terus meminta.” Cari dan teruslah mencari. Sekarang, Anda telah menemukan sebuah rahasia Kerajaan Allah. Jika Anda menerapkan hukum Kerajaan Allah ini, ketika Anda terus meminta, Anda akan mendapatkan jawabannya; Jika Anda terus mencari, maka Anda akan menemukan; Ketika Anda terus mengetuk, maka pintu akan dibukakan bagi Anda.
Halangan terbesar untuk doa yang  berhasil adalah rasa cukup sehingga seseorang kehilang rasa lapar dan haus akan Tuhan. Rasa lapar itu yang akan membuat Anda terus mencari Tuhan yang Anda sangat cintai dan Dia sangat ingin memuaskan Anda yang lapar dan haus akan Dia.
Lalu Yesus membuat pernyataan lain pada akhir dari pembicaraan masalah doa ini:
“…apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” ~ Lukas 11: 13
Seringkali di komunitas Kristen karismatik – yang saya temui di berbagai penjuru dunia – kita menjadi puas dengan pengalaman kita bersama Roh Kudus. Dan entah bagaimana, kita berpikir bahwa babtisan Roh Kudus hanya peristiwa satu kali seumur hidup. Saya disini untuk memberikan kabar baik. Jika Anda membaca pasal 2 di Kisah Para Rasul, Anda akan menemukan bahwa para rasul dibabtis Roh Kudus dua kali.
Ada banyak kali babtisan Roh Kudus, sebanyak Anda haus akan Tuhan. Jadi terus memintanya. Terus meminta berbagai karunia Roh Kudus, lebih banyak lagi dipenuhi hadirat Tuhan, lebih banyak lagi dipenuhi oleh kasih-Nya, karena saya menjamin bahwa ada lebih banyak lagi yang disediakan bagi Anda. Jika Anda terus meminta, Anda terus mencari, Anda terus mengetuk, maka Anda akan juga menerimanya.
Alami kebenaran firman Tuhan diatas dan nantikan seri pengajaran tentang doa selanjutnya, yaitu doa syafaat.

View writer's profile

Greatness Is a Process

Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” ??Markus 4:26-29
Yesus membandingkan hal Kerajaan Allah seperti benih yang bertumbuh dan berkembang sehingga menjadi buah. Berlawanan dengan budaya modern masa kini, di dalam Kerajaan Allah segala sesuatu tidak terjadi dengan instan. Untuk meraih kesuksesan, kebesaran maupun kekayaan, ada proses dan masa penantian yang harus kita lalui; tidak ada jalan pintas.
Di dalam perjalanan itulah kita belajar, mendapat pengertian dan pemahaman menjadi orang yang sukses. Karakter kita dibentuk dan dipoles sehingga menjadi semakin seperti Kristus. Jika Anda memilih untuk cepat sukses atau kaya, Anda sebenarnya sudah merampok hikmat, pelajaran dan pengalaman bagaimana menjadi sukses dari diri Anda. Kesuksesan yang didapat melalui jalan pintas tidak akan bertahan lama, karena pondasinya kurang teguh untuk menopang dengan kuat. Oleh karena itu sangat penting untuk Anda membangun apapun yang Anda cita-citakan di atas satu-satunya dasar fondasi yang kuat, yaitu Yesus Kristus, batu karang yang teguh dan yang tidak akan pernah tergoyahkan.
Failure is the path of the least persistence.
Jalur menuju kesuksesan seringkali membutuhkan banyak upaya keras; ada harga yang harus dibayar. Seperti Yusuf melalui proses yang tidak mudah dalam perjalanannya, dari lubang sumur hingga menjadi perdana menteri seluruh Mesir. Proses yang dijalaninya selama tigabelas tahun mengembangkan di dalam dirinya karakter seorang bangsawan yang layak berdiri di depan Firaun, juga karakter seorang pengurus harta Tuhan yang pandai dan berhikmat, yang di kemudian hari menyelamatkan seluruh dunia dari bencana kelaparan.
Rencana Tuhan bagi kita adalah rencana yang membawa kemakmuran dan kesejahteraan bukan kecelakaan, untuk memberikan masa depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). Oleh karena itu tidak ada orang Kristen yang bisa gagal dan miskin. Siapapun bisa sukses dan kaya terlepas dari situasi dan kondisi yang tidak mendukung, keterbatasan sumber-sumber ataupun hambatan lainnya . Prinsip-prinsip untuk kesuksesan dan kemakmuran terdapat di dalam Firman Tuhan bagi mereka yang mencarinya.
Empat kualitas kunci yang Anda harus kembangkan untuk sukses:
• Disiplin diri (self-discipline) ; tekun dan fokus dalam menggenapi visi Anda.
• Gairah atau semangat (passion) ; emosi menyala-nyala yang membuat Anda termotivasi, yang merupakan daya penggerak luar biasa untuk Anda mengejar tujuan Anda.
• Kemurahan hati (generosity); kontribusi Anda terhadap dunia sekitar dan orang lain, yang seringkali akan Anda tuai hasilnya di kemudian hari dalam cara-cara yang tidak pernah Anda duga sama sekali.
• Kreativitas (creativity); kesanggupan berpikir di luar kotak untuk mendapatkan ide-ide dan solusi baru.
Selain empat kualitas kunci disebutkan di atas, juga dibutuhkan ketekunan dan kegigihan, yaitu suatu sikap yang rajin, yang terus berusaha walaupun banyak tantangan, yang maju terus dan pantang menyerah walaupun mengalami kegagalan.
Abraham Lincoln merupakan contoh sempurna dari orang yang melampaui segala keterbatasan dan hambatan untuk terus tekun, fokus, dan gigih dalam menggapai cita-citanya. Dari sekedar bukan siapa-siapa, seorang yang terlahir di keluarga miskin, ibunya meninggal di umur 9 tahun, pernah mengalami kebangkrutan dan terjerat hutang yang besar, berkali-kali gagal dalam pemilihan kongres maupun senat. Ia menapaki jalur yang penuh rintangan sampai akhirnya menjadi presiden Amerika Serikat yang paling dikenang dan dicintai oleh rakyatnya.
Kisah Abraham Lincoln membuktikan bahwa tidak ada orang yang bisa gagal walaupun tantangannya banyak dan pintu-pintu tertutup bagi mereka. Semua orang bisa sukses asal mereka memiliki kebulatan tekad, ketekunan dan kegigihan. Seperti yang dikatakan Thomas A. Edison, yang mengalami kegagalan sebanyak 10,000 kali sebelum ia akhirnya berhasil menciptakan bohlam lampu listrik: "I have not failed. I’ve just found 10,000 ways that won’t work." (Saya belum gagal. Saya hanya telah menemukan 10,000 cara yang tidak berhasil.)
Bukan awalnya yang penting, melainkan bagaimana Anda mengakhirinya.

Jan 29, 2011

Musik Metal Buat Apron Dirasuki Setan

Musik metal awalnya hanyalah hiburan bagi Apron Stamril, namun tanpa disadarinya musik-musik pemuja setan tersebut lama kelamaan membuat dirinya seperti dirasuki oleh setan.
“Saya mulai melukis-lukis tembok-tembok itu dengan segala penghuni neraka. Saya mulai gambarkan monster-monster, saya mulai gambarkan ada api, tengkorak-tengkorak. Mahluk-mahluk itu adalah keluarga saya. Pikiran dan hidup saya mulai dirubah, saya seperti bukan si Apron lagi.”
Tidak berhenti sampai disana, prilaku Apron pun berubah menjadi beringas dan suka kekerasan. Suatu kali, hanya karena seseorang melihatnya dengan pandangan aneh, Apron dan teman-temannya memukuli orang tersebut.
“Dia jatuh ke got, masih kita injak-injak. Saya ambil batu lalu pukul kepalanya. Lalu teman saya berkata, 'Udah-udah, kita pergi.' Baru beberapa langkah, ada suara dalam hati saya seperti meneriakkan kepada telinga saya, 'Habisin aja!'  Lalu saya balik lagi, dan menginjak-injak dia. Saya ngga tahu orang itu mati atau ngga sampai sekarang.”
Kekerasan dan keberingasan Apron tidak hanya dilampiaskan kepada lawan berkelahinya saja. Bahkan ia melakukan fantasi seks yang gila dan penuh kekerasan kepada kekasihnya. Dengan mencekik dan memukuli kekasihnya, pribadi lain dalam diri Apron seakan dipuaskan.
Namun setelah melakukan berbagai tindakan jahat itu, Apron terkadang menangis. Batinnya merasa tersiksa oleh semua tindakannya, namun ia tak mengerti mengapa ia terus melakukannya.  Hingga suatu hari, sebuah rahasia terkuak. Sang kakak menceritakan bahwa saat ia masih kecil, ibunya hampir saja melemparkan dirinya ke tungku api.
“Mendengar kejadian itu, hati saya jadi sedih. Ternyata saya ini memang anak buangan ya..”
Namun ia tahu, ibunya saat itu melakukan tindakan nekat itu karena tertekan dan mengalami gangguan jiwa akibat siksaan sang ayah. Tak jarang sang ayah memukuli ibunya tanpa rasa kasihan di depan matanya. Hal tersebut membuatnya membenci sang ayah.
“Sampai suatu kali muncul pikiran gila, 'Pengen ku bunuh nih orangtua..” tutur Apron.
Kebenciannya pada ayahnya semakin dalam saat melihat ibunya yang sering kerasukan dan mengalami gangguan jiwa akibat tidak kuat mengalami siksaan mental dan fisik dari sang ayah. Sejak itulah ia mulai masuk dalam kehidupan jalanan dan terjerat dalam musik-musik pemuja setan.
Belum sempat mewujudkan keinginannya untuk membunuh sang ayah, Apron mengalami sebuah penyakit yang sangat menyiksanya. Karena sudah putusasa, Apron menghubungi kakaknya dan sebuah nasihat dari sang kakak menjadi titik balik kehidupannya.
“Sudahlah kau harus banyak berdoa. Kau harus terima Tuhan Yesus,” demikian nasihat sang kakak.
Sang kakak mengirimkan uang agar Apron membeli Alkitab. Saat hendak membeli Alkitab, mata Apron tertuju pada sebuah buku yang berjudul, “Dibebaskan Dari Jerat Iblis.” Judul buku itu begitu mengusik hatinya dan membawa langkah kakinya ke sebuah ibadah. Disana Apron berseru, “Tuhan, aku ini jahat. Masih mungkin ngga Engkau terima saya. Kalau Tuhan mau terima saya, aku akan berikan hidupku kepada-Mu.”
Sejak hari itu pemulihan demi pemulihan dialami oleh Apron. Kaset-kaset lagu metal itu dibakarnya, bahkan Apron meninggalkan rokok, minuman keras dan kehidupan seks bebas. Pada hari itu ia berkata, “Tidak akan lagi hal itu menyentuh hidup saya, hanya Yesus yang bisa menyentuh hidup saya,” demikian Apron memproklamirkan kebebasannya dari perbudakan setan. (Kisah ini ditayangkan pada 25 Januari 2011 dalam acara Solusi Life di O'Channel.)
Sumber Kesaksian:
Apron Stamril

Prinsip Takaran Berkat

Ukuran yang kita pakai untuk mengukur, akan diukurkan kembali kepada kita. Ini berarti besarnya upah atau berkat yang TUHAN berikan kepada kita ditentukan oleh cara kita memberi. Kita memilih dengan ukuran macam apa kita memberi, dan TUHAN akan memakai ukuran yang sama untuk mengembalikan kepada kita. Dengan kata lain, kita sendiri yang menentukan kebesaran/kekayaan kita.
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
- Lukas 6:38
Ada empat macam takaran berkat yang TUHAN sediakan bagi kita:
1.    Takaran yang baik ”good measure”
Ini menggambarkan takaran yang baik, yaitu berkecukupan. Saat Anda diberkati dengan takaran yang baik, Anda hidup berkecukupan, tidak kekurangan sama sekali. Takaran berkat ini adalah berkat yang kita terima karena kasih karunia TUHAN dan ini adalah tempat yang baik bagi setiap orang Kristen.
2.    Dipadatkan ”pressed down”
Setiap ruang, rongga, sela-sela yang ada diisi dan ditekan-tekan sehingga takaran yang dipadatkan ini bisa menampung lebih banyak daripada takaran yang baik.
3.    Digoncangkan ”shaken together”
Isi daripada takaran ini digoncang turun sampai ke dasar agar berbaur dengan lebih padat dan merata lagi sehingga dapat menampung lebih banyak dari pada takaran yang dipadatkan.
4.    Tumpah ke luar “running over”
Isi daripada takaran ini begitu banyak dan melimpah sehingga tidak cukup ruang untuk menampungnya. Takaran yang tumpah ke luar adalah takaran yang paling tinggi; ini merupakan berkat di level kelimpahan yang melebihi kapasitas kita untuk menampungnya. ”…dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan - 2 Kor 9:8.
Saat kita menerima berkat dalam takaran yang tertinggi, kita berada di level kelimpahan dimana semua kebutuhan dan kerinduan kita terpenuhi. Tidak saja kita berkecukupan dalam segala sesuatu, kita bahkan berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Kebajikan di bahasa Inggrisnya good works. Di level ini kita berada di posisi di mana kita bisa mendanai pekerjaan Allah yang besar, di mana kita bisa menjadi saluran berkat TUHAN bagi orang lain.

Takaran apakah yang Anda terima dalam hidup Anda saat ini?

Dengan takaran apakah Anda memberi selama ini? Apakah Anda menginginkan hidup di level berkat yang lebih tinggi? Ubahlah takaran Anda, karena takaran yang Anda pakai untuk memberi, dengan takaran itu pula TUHAN akan memberkati Anda. Memberilah menurut apa yang Anda dengar dari TUHAN, bukan menurut apa yang Anda rasa TUHAN katakan.
Sebelum mulai menanam, seorang petani akan menentukan terlebih dahulu apa yang ingin ditanamnya dan seberapa banyak yang ingin dihasilkannya. Barulah setelah itu ia menanam sesuai dengan target panennya. Demikian pula ketika kita menabur, hendaknya kita menabur dengan bertujuan untuk jenis dan jumlah tuaian yang kita harapkan. Takaran yang Anda pakai untuk memberi menentukan takaran yang Anda akan terima.

Ketaatan Sebagian versus Ketaatan Total

Di Lukas 5:4-6, Simon Petrus hanya menebarkan satu jala, dan tidak semua jala seperti yang diinstruksikan oleh Yesus. Ketaatan sebagian (partial obedience) oleh Simon Petrus ini menyebabkan berkat kelimpahan yang TUHAN sudah sediakan tidak menjadi miliknya sepenuhnya. Tetapi bahkan berkat yang sebagian itu demikian banyaknya sehingga nyaris membuat perahu Simon tenggelam, dan dia harus memanggil teman-temannya untuk membantu menanganinya.
Yohanes 2:1-11 menceritakan tentang perkawinan di Kana di mana Yesus melakukan mujizat-Nya yang pertama. Saat itu anggur yang ada di pesta telah habis dan ibu Yesus meminta tolong pada Yesus. ”… ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”
Untuk mengisi tempayan-tempayan sampai penuh seperti yang disuruh oleh Yesus, mereka harus menimba air dari sumur. Satu tempayan mempunyai volume sekitar 150 gallon atau setara dengan 600 liter, dan semuanya ada 6 tempayan. Diperlukan kerja keras untuk melakukan itu semua. Ketaatan total pelayan-pelayan ini mendemonstrasikan iman mereka yang radikal. Hasilnya dengan ukuran iman dan ketaatan yang mereka pakai, TUHAN pun memberi upah yang sepadan kepada mereka. Air di dalam tempayan-tempayan tersebut berubah menjadi anggur yang kualitasnya sangat baik, bahkan membuat pemimpin pesta memujinya.
Hana yang mandul bernazar kepada TUHAN untuk seorang putra dan ia mendapatkan Samuel. Setelah Samuel, putra sulungnya ini dipersembahkan kepada Tuhan, ia kemudian melahirkan lima orang anak lagi. Ini bukan TUHAN yang memulai melainkan Hana yang berinisiatif. Oleh sebab itu, jika kita ingin masuk ke dalam kebesaran yang TUHAN sudah sediakan bagi kita, kita harus mengambil langkah pertama. Kemudian kita harus mendengar suara TUHAN dan mentaati apa yang dikatakan-Nya dengan penuh iman.

Ketidakpercayaan adalah pembunuh berkat

Yesus melakukan banyak mujizat selama pelayanan-Nya di dunia. Tetapi di kampung-Nya sendiri Dia tidak bisa melakukan mujizat satupun karena ketidakpercayaan orang-orang di sana (Markus 6). Ketidakpercayaan membuat TUHAN tidak bisa mengerjakan kuasa-Nya yang besar di hidup Anda. Sebaliknya, mendengar suara TUHAN dan mentaatinya membuat TUHAN bekerja. Iman membuat TUHAN bekerja, karena tanpa iman kita tidak bisa menyenangkan hati TUHAN.
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
- Ibrani 11:6
Hidup berjalan dengan TUHAN selalu progresif; selalu melibatkan kita naik dari satu tingkat kemuliaan ke tingkat kemuliaan yang lebih tinggi, dari satu level iman ke level iman yang lebih tinggi. Menerapkan prinsip buah sulung tidak mudah karena iman Anda akan direntangkan. Agar sukses menerapkan prinsip buah sulung, kuncinya Anda harus mendengar suara TUHAN dan mengambil langkah iman dengan mentaati-Nya. Secara alamiah ini sulit dilakukan, tetapi dengan TUHAN tidak ada yang mustahil.
Bertanyalah kepada TUHAN apa yang Dia mau kita berikan sebagai buah sulung kita. Pada waktu Dia memberikan jawaban-Nya kepada Anda, ini berarti TUHAN sudah memposisikan Anda untuk siap mendapatkan berkat di level yang Anda belum pernah impikan sebelumnya. TUHAN sungguh rindu untuk membawa kita semua ke level dan dimensi yang lebih tinggi lagi. TUHAN kita adalah TUHAN yang memberi kita pertambahan, tidak pernah pengurangan, dan Dia selalu menggenapi segala janji-Nya dengan firman-Nya sebagai batasannya.

Jan 28, 2011

The Pros And Cons Of Using Google Adsense For Extra Income

I have been using the Google Adsense Program to generate extra income online for some time now. I have gained a lot of experience from using the program. I feel it's become necessary to share the pros and cons of the program with those that may be considering using it in this article. But first, I need to explain a bit what the program is.

What is Google Adsense?

Google Adsense is an affiliate marketing program. In Google Adsense, Google act as the intermediary between the affiliates and the merchants. The merchant, or the advertiser, would simply sign up with Google and provide the latter with text ads pertaining to their products. These ads, which is actually a link to the advertiser's website, would then appear on Google searches as well as on the websites owned by the affiliates, or by those webmasters who have signed up with the Google Adsense program.

In Google Adsense, all the webmaster has to do is place a code on his website and Google takes care of the rest. The ads that Google would place on your site would generally be relevant to the content of your site. This would be advantageous both for you and for the advertiser, as the visitors of your site would more or less be actually interested with the products being advertised.

The Google Adsense program compensates the affiliate in a pay-per-click basis. The advertisers would pay Google a certain amount each time their ad on your site is clicked and Google would then forward this amount to you through checks, although only after Google have deducted their share of the amount. Google Adsense checks are usually delivered monthly if you earning reaches $100.00. Also, the Google Adsense program provides webmasters with a tracking tool that allows them to monitor the earnings they actually get from a certain ad.

Now that you understand what Google Adsense is, here are the pros:

1. They are great for webmasters creating content websites. It used to be these webmasters worried about how to cover the expenses of running their websites. With Google Adsense, these worries became a thing of the past. All they have to do now is write their content and add adsense to it and make money.

2. Google Adsense makes the internet better for the users. Webmasters can now concentrate on publishing quality content. Quality content makes the internet better for the users.

3. Once a webmaster creates quality content, it can generate income for years to come. All the webmaster has to do is update the content from time to time and the income will keep coming in.

4. If a webmaster has the time, the webmaster can publish multiple websites. You can use one Google Adsense account on multiple websites. You don't have to go through the hassle of applying for another account with Google.

Below are the cons of the Google Adsense program:

1. The Adsense account can be closed by Google at any time. There are horror stories of webmasters waking up and seeing their account closed. They all of a sudden lose their source of income.

Usually, one of the reasons that makes Google close an account is click fraud. The problem is that the click fraud my not be committed by the webmaster.

2. The Google Adsense program does not provide residual income. So, you can't continue to reap the reward of your hard work over and over as you do with residual income programs.

3. Most content websites depend on search engines for traffic. When the search engines shuffle their ranking algorithms, the traffic may drop. This drop will result in less traffic and income.

4. Creating content can be hard work. You'll need to keep adding content to keep your website interesting. Without this, you visitors may dry up, which will decrease your income.

There you have it! You now know the pros and cons of the Google Adsense program. It's up to you to decide if you want to use it to earn extra income.