Total Pageviews

Apr 26, 2011

Ketika Tangan Tuhan Menciptakan Seorang Wanita

Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya, "Mengapa kau begitu lama menciptakan wanita Tuhan? "

Tuhan menjawab, "Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?"

"Dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".

Malaikat menjawab dan takjub, "Hanya dengan 2 tangan? Tidak mungkin!”

Tuhan menjawab, "Tidakkah kau tau, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.”

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut, dan bertanya, " Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh? seolah-olah terlalu banyak beban baginya...."

Tuhan menjawab "Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata...."
"Untuk apa ?" tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan, "Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.... serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki...ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita."

"Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri....."

"Dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.."

"Dia berkorban demi orang yang dicintainya.."

"Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan."

"Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang...."

"Dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia..."

"Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran...."

"Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya... Dia tau bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka...."

"Cintanya tanpa syarat.."

”Hanya ada satu yang kurang dari wanita, dia sering lupa betapa berharga dirinya..”

Wanita, Anda berharga dan mulia di hadapan Tuhan. Dalam kerapuhan dan kelemahanmu, Tuhan menaruh suatu kekuatan yang tidak dimiliki oleh para laki-laki. Gunakan kekuatan yang Tuhan berikan itu untuk menolong dan memberkati para laki-laki dihidupmu.

Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. ~ Yesaya 43:4

Kisah Anne

Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai keturunan.
Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehinggapasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikutbersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan.Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur yenyak", kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.

Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain ?

Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne , mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne ),mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka,mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja. Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka.

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne . Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.....
Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya...

Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :
1. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.

2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagiorang lain.

3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan.Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak2 kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga".

Mar 22, 2011

Lakukan Yang Terbaik Mempertahankan Pernikahan Anda

Membuat sebuah hubungan berhasil membutuhkan usaha. Periksalah daftar strategi yang patut Anda coba dan pasti dapat membantu untuk memperbaiki interaksi antara Anda dan pasangan serta saling mengasihi satu sama lain agar hubungan Anda bertumbuh.
Bersikap Jujur
Kejujuran merupakan kebijakan yang terbaik, dan menyatakan perasaan Anda secara langsung kepada pasangan Anda dapat membuat perbedaan yang besar. Katakan pada pasangan Anda apa yang Anda rasakan daripada menyimpannya di dalam hati dapat membantu Anda menghindari pertengkaran di kemudian hari. Anda tidak dapat berharap pasangan Anda tahu apa yang Anda rasakan mengenai suatu hal tanpa Anda mengatakan kepadanya.
Bersikap Penuh Kasih Sayang
Setelah Anda menikah selama beberapa waktu, perilaku saling memberi dan menunjukkan kasih sayang satu sama lain seringkali dilupakan karena terlalu mudah untuk dilakukan setelah masuk dalam pernikahan – namun hal itu justru membuat pasangan Anda merasa tidak lagi dicintai. Gerakan kecil dapat membuat perbedaan yang besar, sehingga tawarkanlah pelukan, ciuman dan tanda-tanda lainnya yang menunjukkan keintiman paling tidak sekali dalam sehari.
Bersikap Menghargai
Apakah Anda hanya berasumsi bahwa pasangan Anda membuang sampah setiap minggu? Apakah Anda berharap pasangan Anda akan memanaskan mobil saat bensin tinggal sedikit? Sangatlah hebat jika ia memang melakukan semua ini, namun Anda harus meluangkan waktu untuk memberitahunya betapa Anda menghargai segala yang dilakukannya. Anda tidak harus menulis “terima kasih” untuknya setiap kali ia membongkar mesin cuci piring, tapi katakan “terima kasih” dan biarkan ia tahu Anda memperhatikan setiap hal baik yang dilakukannya bagi Anda.
Bersedia Untuk Berkompromi
Anda tidak bisa selalu mendapatkan apa yang Anda inginkan. Masing-masing Anda harus bersedia berkompromi untuk menghindari pertengkaran atau membuat hubungan Anda terus melangkah maju ke depan. Sepanjang Anda menyadari hal ini dan berusaha memenuhi paling tidak setengan dari keinginan pasangan Anda bila perlu, Anda harus bisa terus bersama dengan berkompromi dan merasa positif mengenai hubungan pernikahan Anda.

Source : sheknows.com

Feb 8, 2011

What is Important in Life?

When we are healthy, we seldom think about what it feels like to be sick. But when we are really and truly sick, all we can think about is being healthy again.

No matter how much wealth we manage to accumulate in this world, it is virtually useless without good health. This is tied closely to the knowledge of our own mortality. Deep down, we all know that we only have a handful of decades on Earth and then it's over.

In light of that, what becomes important then? That is indeed an interesting question. What is important cannot be money, because we can't take it with us when we die. What is important can't be our possessions because, once again, they are not going with us. Having money and possessions is very temporary. Those things cease to matter to us when we die.

Some turn to their relationships when they realize this. They feel that family and friends must be the most important thing then. Yet, we will lose contact with family and friends when we pass away too.

Some people die and then come back. They call this the near-death experience. Many of those people talk about what they saw in the state of death. They also talk about how they feel which is almost universally wonderful. There are a few that report going to a very bad place, but the majority feel good. They are free from the pain and suffering of their mortal bodies
In the near-death experience, many talk about the life review process, where they see their entire lives displayed before them. The good things they do and the bad are right there. In addition they see how their actions and words affected others too. Apparently it can be quite painful to recognize how much we hurt others and caused others pain.

They also get to see the good things they did. I remember one woman who went through the life review process said that the most significant act in her entire life occurred when she was a little girl. She said that the most important action out of her entire life was holding a little flower in her hand and giving it unconditional love. That was it, out of her entire life that was deemed the most significant thing she ever did.

In light of that, we can conclude that what is important is not who we were but how well we treated others in this life. Therefore, when we contemplate our lives and set our goals, maybe it would be a good idea if we thought about others first.

Life is not temporary, but life on Earth is temporary. How are we going to face all those people who are watching what we do, when it is all over? Hopefully, we will have done things that we can be joyous about.
 

What is HDMI?



HDMI, or high definition multimedia interface, is a type of audio and video interface that is used for the transmission of uncompressed digital streams. Essentially, HDMI can be considered an alternative method to transmitting data streams, rather than making use of conventional methods such as coaxial cabling, VGA, or component video equipment.

What Type of Sources May Be Employed Using HDMI?

Quite a number of devices and sources on the market today will work with the use of HDMI. The Blu-Ray disc player, a relatively new innovation, was created with the use of HDMI specifically in mind. Most personal computers that are sold today are ready for use with HDMI, as are the majority of video game consoles in the stores currently. A set-top box also is usually compatible with HDMI, as are such entertainment options as digital television. Essentially, any type of computer interface today will function with the use of HDMI.

How Does HDMI Work?

HDMI will work with a single cable connection to such devices as televisions or personal computers. In general, HDMI will function fine with any television or PC that is standard, enhanced, or high definition in the video component. However, it is important to note that HDMI does work independently of many of the DTV standards, although use of HDMI will not impact the quality of the digital transmission. Generally, these standards apply to some configurations of MPEG movie clips and files. Since these are compressed, HDMI will simply decompress the data and make it possible to view the clip. <
Are All HDMI Versions The Same For All Devices?

No. There is a range of specifications that are employed by HDMI, and a given device will be manufactured to comply with one of those specifications. The most simplistic specification is identified as 1.0. With each succeeding version, the capabilities of the previous version remain intact, but are joined by other capabilities that will allow the version to function with a given device. Because technology is always advancing, HDMI continues to advance as well. However, older versions remain active, as they are often used with devices that require less functionality, and they also continue to be helpful in situations where older systems are still running and are in operation.

Where Did HDMI Come From?

HDMI was created and has been enhanced by the efforts of several prominent names in the computer and electronics industry. Consumers will recognize the names of Philips, Sony, Toshiba, and Silicon Image as just part of the roster of corporations involved in the ongoing enhancement of HDMI.

Feb 7, 2011

Kisah Botol Acar

Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di samping lemari di kamar orangtuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu mengosongkan kantong celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke dalam botol itu. Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing koin yang dijatuhkan ke dalam botol itu. Bunyi gemericingnya nyaring jika botol itu baru terisi sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah ketika isinya semakin penuh. Aku suka jongkok di lantai di depan botol itu, mengagumi keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus jendela kamar tidur.
Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur, menghitung jumlahnya sebelumnya membawanya ke bank. Membawa keping-keping koin itu ke bank selalu merupakan peristiwa besar. Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di antara aku dan Ayah di truk tuanya. Setiap kali kami pergi ke bank, Ayah memandangku dengan penuh harap. "Karena koin-koin ini kau tidak perlu kerja di pabrik tekstil. Nasibmu akan lebih baik daripada nasibku. Kota tua dan pabrik tekstil disini takkan bisa menahanmu." Setiap kali menyorongkan kotak kardus berisi koin itu ke kasir bank, Ayah selalu tersenyum bangga. "Ini uang kuliah putraku. Dia takkan bekerja di pabrik tekstil seumur hidup seperti aku."
Pulang dari bank, kami selalu merayakan peristiwa itu dengan membeli es krim. Aku selalu memilih es krim cokelat. Ayah selalu memilih yang vanila. Setelah menerima kembalian dari penjual es krim, Ayah selalu menunjukkan beberapa keping koin kembalian itu kepadaku. "Sampai di rumah, kita isi botol itu lagi."
Ayah selalu menyuruhku memasukkan koin-koin pertama ke dalam botol yang masih kosong. Ketika koin-koin itu jatuh bergemerincing nyaring, kami saling berpandangan sambil tersenyum. "Kau akan bisa kuliah berkat koin satu penny, nickle, dime, dan quarter," katanya. "Kau pasti bisa kuliah. ayah jamin."
Tahun demi tahun berlalu. Aku akhirnya memang berhasil kuliah dan lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan di kota lain. Pernah, waktu mengunjungi orangtuaku, aku menelepon dari telepon di kamar tidur mereka. Kulihat botol acar itu tak ada lagi. Botol acar itu sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah di pindahkan entah ke mana. Leherku serasa tercekat ketika mataku memandang lantai di samping lemari tempat botol acar itu biasa di letakkan.
Ayahku bukan orang yang banyak bicara, dia tidak pernah menceramahi aku tentang pentingnya tekad yang kuat, ketekunan, dan keyakinan. Bagiku, botol acar itu telah mengajarkan nilai-nilai itu dengan lebih nyata daripada kata-kata indah.
Setelah menikah, kuceritakan kepada Susan, istriku, betapa pentingnya peran botol acar yang tampaknya sepele itu dalam hidupku. Bagiku, botol acar itu melambangkan betapa besarnya cinta Ayah padaku. Dalam keadaan keuangan sesulit apa pun, setiap malam Ayah selalu mengisi botol acar itu dengan koin. Bahkan di musim panas ketika ayah diberhentikan dari pabrik tekstil dan Ibu terpaksa hanya menyajikan buncis kalengan selama berminggu-minggu, satu keping pun tak pernah di ambil dari botol acar itu. Sebaliknya, sambil memandangku dari seberang meja dan menyiram buncis itu dengan saus agar ada rasanya sedikit, Ayah semakin meneguhkan tekadnya untuk mencarikan jalan keluar bagiku. "Kalau kau sudah tamat kuliah," katanya dengan mata berkilat-kilat, "kau tak perlu makan buncis kecuali jika kau memang mau."
Liburan Natal pertama setelah lahirnya putri kami Jessica, kami habiskan di rumah orangtuaku. Setelah makan malam, Ayah dan Ibu duduk berdampingan di sofa, bergantian memandangku cucu pertama mereka. Jessica menangis lirih. Kemudian Susan mengambilnya dari pelukan Ayah. "Mungkin popoknya basah," kata Susan, lalu di bawanya Jessica ke kamar tidur orangtuaku untuk di ganti popoknya.
 Susan kembali ke ruang keluarga dengan mata berkaca-kaca. Dia meletakkan Jessica ke pangkuan Ayah, lalu menggandeng tanganku dan tanpa berkata apa-apa mengajakku ke kamar. "Lihat," katanya lembut, matanya memandang lantai di samping lemari. Aku terkejut. Di lantai, seakan tidak pernah di singkirkan, berdiri botol acar yang sudah tua itu. Di dalamnya ada beberapa keping koin.
Aku mendekati botol itu, merogoh saku celanaku, dan mengeluarkan segenggam koin. Dengan perasaan haru, kumasukkan koin-koin itu kedalam botol. Aku mengangkat kepala dan melihat Ayah. Dia menggendong Jessica dan tanpa suara telah masuk ke kamar. Kami berpandangan. Aku tahu, Ayah juga merasakan keharuan yang sama. Kami tak kuasa berkata-kata.
Sumber : Facebook Kumpulan Kisah Inspirasi Hidup

Rumah Dengan Jendela Emas

Ada seorang gadis kecil hidup di sebuah rumah yang sederhana. Seringkali ia merasa menyesal dilahirkan di keluarga miskin seperti itu, apa lagi ketika ia melihat ke seberang lembah dimana terdapat sebuah rumah besar di bukit dengan jendela yang terbuat dari emas berkilauan tertimpa sinar matahari. Gadis kecil itu membayangkan bagaimana indahnya jika ia dibesarkan di rumah dengan jendela-jendela emas itu, dan bukannya di rumah kecil seperti ia tinggali saat ini.
Sekalipun ia mencintai ke dua orangtuanya, dia tidak pernah bisa menghapus keinginan untuk bisa tinggal di rumah besar dengan jendela emas itu. Mimpi itu terus ia simpan hingga ia bertumbuh besar.
Suatu hari ketika ia telah cukup besar dan memiliki ketrampilan yang cukup untuk keluar dari pekarangan rumahnya, dia meminta ijin pada ibunya untuk bisa bersepeda di luar pagar rumahnya dan turun menuju lembah. Setelah memohon-mohon pada sang ibu, akhirnya gadis itu diijinkan asalkan tidak pergi terlalu jauh dari rumah.
Hari itu adalah hari yang cerah dan indah, serta gadis itu tahu pasti kemana tujuannya, dia mengarahkan pandangannya kerumah besar dengan jendela-jendela emas itu. Namun setelah bersepeda cukup jauh dan menaiki bukit di mana rumah itu berada, ia sangat kecewa. Setelah dilihatnya dari dekat, ternyata rumah tersebut tampak tidak terawat dan jendelanya pun tidak terbuat dari emas, bahkan terlihat kotor. Rumah itu tidak tampak seperti yang ia lihat selama ini dari jauh, hanya sebuah rumah yang tidak berpenghuni dan tidak terawatt.
Dengan sedih ia akhirnya memutuskan pulang. Ia memutar sepedanya dan beranjak untuk kembali ke rumahnya. Saat ia mengangkat wajahnya, gadis itu tiba-tiba dikejutkan oleh pemandangan di depan matanya. Dari sisi bukit dimana ia berada saat ini, ia bisa melihat rumah mungilnya, dan jendela itu.. jendela dimana ia biasa merenung terlihat berkilau bagai emas ditimpa sinar matahari sore.
Gadis kecil itu akhirnya sadar bahwa selama ini ia hidup di sebuah rumah dengan jendela emas seperti yang diimpikannya selama ini. Rumah itu penuh dengan kehangatan dan cinta dari orangtuanya. Semua yang ia impikan sebenarnya ada di dekatnya, namun karena ia terfokus pada rumah lain, ia tidak pernah melihatnya.
Apa yang dialami oleh gadis kecil dalam cerita diatas seringkali kita alami. Kita sering memandang rumput orang lain lebih hijau dari rumput di halaman rumah kita sendiri. Hasilnya, kita tidak bisa mensyukuri apa yang kita miliki. Jadi, mulai saat ini ayo kita ubah cara kita memandang, lihatlah bahwa setiap anugrah Tuhan dalam hidup kita adalah sesuatu yang berharga.
Sumber : Academictips.org