Total Pageviews

Jan 17, 2011

True Story - Mujizat Itu Terjadi by Sandra Mutiara

Teman2, saya mau saksikan salah 1 kebaikan Tuhan pada saya yang terjadi minggu2 ini.

Sudah 6 thn lebih saya sangat sulit sekali menelan makanan bahkan minum air pun sulit, rasanya seperti dicekik, tangan kaki dingin, sangat sulit utk bernafas dan akhirnya muntah disertai rasa panas kebakar dr tulang punggung sampai tenggorokan.

Saya sempat kehilangan berat badan 10 kg, malah ada orang yang kehilangan 30 kg dlm waktu 1 bulan stlh menderita penyakit ini. Saya ingat dokter bilang, saya harus jaga berat badan jangan sampai kehilangan lebih banyak lagi krn itu akan sangat berbahaya dan akan segera meninggal. Sebab itu saya berusaha minum susu panas sebanyak2nya yaitu dengan cara pakai sedotan, karena hanya dengan panas hampir mendidih susu itu baru bisa masuk ke dalam kerongkongan saya.


Saya sudah berobat ke lebih dari 10 dokter dan profesor yg terkenal. Kata beberapa dokter saya terkena kanker esophagus malignan sampai achalasia, ini tidak ada obatnya. Semua dokter yang saya datangi tidak mampu berbuat apa2, ada 1 dokter yg sangat pengalaman menyarankan saya ke Belgia karena alatnya cuma ada di negara itu.

3 dokter menyarankan saya di operasi dgn mengambil jaringan di perut untuk disambung pada kerongkongan.

Saya menolak saran dokter2 tersebut karena saya berprinsip ibarat mesin mobil kalau telah diotak atik maka kerusakan akan menjalar kemana2.

Saya berusaha utk tetap tegar dan selalu sukacita di tengah kesakitan saya. Teman2 selalu menghibur saya dengan menyuruh saya bersabar, bersyukur dan itulah yang saya lakukan setiap kali penyakit itu kumat.

Saya sangat jarang mendoakan diri saya karena saya berpikir waktu saya tidak lama maka itu saya harus mendoakan orang2 lain.

Saya sangat bersyukur karena pertolongan Tuhan selalu datang tepat waktu, saat saya di jalan , saya lupa membawa air minum dan rasa kebakar itu muncul, badan saya tidak bisa gerak dan sulit bernafas maka tiba2 saja datang pedagang asongan dengan membawa air minum. Ini terjadi 3x saat saya berhenti di lampu merah.



Saya sempat berkata pada Tuhan, apa sih yang sebenarnya Tuhan ingini dalam diri saya? Saya ini mati tidak hidup juga tidak. Sampai dengan awal Pebruari 2010 saya tidur diatas 3 bantal yang ditumpuk tinggi, saya tidur setengah duduk, itu smua utk menahan supaya air dalam lambung tidak tumpah keluar melalui hidung saat saya tidur. Saya hanya bersyukur air dalam lambung itu belum masuk ke paru2 karena apabila terjadi maka akan sangat berbahaya dan akan komplikasi.

Saya sangat bersyukur tidak habis2nya karena tgl 10 pebruari 2010 saya telah sembuh dari penyakit ini. Saya baru mengetahui ternyata dari 100.000 org hanya ada 1 org yang menderita penyakit ini, pertanda penyakit ini langka dan dari yang terkena penyakit ini sekitar 3% yang bisa bertahan, berarti saya ini termasuk dalam 3% orang yang bertahan sampai detik ini.

Saya sangat bersyukur Tuhan tunjukan rumah sakit dan dokter yang tepat buat saya.

Saya awalnya sama sekali tidak berpikir dan berharap akan sembuh karena di Indonesia ini dokter2nya tidak memberikan saya harapan utk sembuh.

Saya dan suami hanya sekedar coba2 berobat di rumah sakit di Penang, siapa tau dokter disana berkata lain.

Sebelum berangkat saya masih berdebat dgn suami, saya ingin cari rumah sakit yg lebih murah saja tapi suami saya bilang sudahlah lebih mahal sedikit tapi yakin dengan dokternya, jadi lebih baik rumah sakit ini saja. Ini masukan untuk para istri, kita harus patuh pada suami karena Tuhan bisa berbicara dan memberikan hikmat pada suami kita.

Akhirnya sebenarnya dgn terpaksa saya menurut.

Sampai di Penang dari bandara saya langsung menuju rumah sakit dan langsung ditangani dgn baik sekali dan langsung dilakukan operasi.

Saat saya mau di operasi, saya dimarahi oleh dokter disana karena keadaan 6 thn itu sudah sangat parah kenapa baru ke rumah sakit itu sekarang. Saya bilang saya selama 6 thn berobat di Indonesia bolak balik ke berbagai rumah sakit sampai saya letih fisik dan sangat down.

Lalu dokternya bilang, di Indonesia tidak ada alatnya dan tidak tau bagaimana cara menanganinya karena penyakit ini langka, bahkan di Malaysia hanya ada di Penang dan di Penang pun hanya ada di rumah sakit ini..

Baru saya sadar bahwa untung saya ikuti perkataan suami saya dan ternyata suami saya benar, kalau kami ke rumah sakit lain maka saya akan sia2 juga datang ke sana.

Dokter yang menangani saya memakai metode baru yang tidak pernah saya dengar via dokter lain ataupun via internet.

Operasi ini dengan metode menanamkan balon berbentuk kerucut yang digantung di seutas kawat di sepanjang kerongkongan. Dokter menyarankan agar melakukan pengecekan ulang sekitar 1,5 tahun mendatang.

Saya terus berdoa agar setelah itu balonnya tidak perlu diganti melainkan dibuang karena fungsi saluran cernanya sudah sehat permanen.

Puji Tuhan semuanya berjalan lancar, besoknya saya sudah boleh pulang.

Teman2 sekamar saya di rumah sakit itu sangat heran, mereka bilang ini ajaib.

dan perlu keterampilan tinggi seorang dokter. Saya lebih heran lagi, saat saya disediakan makanan dan susu, saya sempat takut utk menelan makanan itu.

Sambil menyebut nama Yesus saya pun mulai makan dan ajaib smuanya ludes saya habiskan. Saya masih tidak percaya bahwa saya bisa makan dengan lancar, setelah saya pulang rumah sakit, kami pun mencoba makan berbagai jenis makanan yg berbeda2 sampai puas. Tiap sendok makanan yang masuk ke dalam mulut saya itu adalah merupakan berkat buat saya.

Saya berterima kasih pada Tuhan karena Tuhan tau 1 bulan sebelumnya saya sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit dan hampir tiap malam menangis ketakutan.

Saya tau Tuhan tidak membiarkan ini melewati batas kekuatan yg bisa saya tanggung.

Saya sangat berterima kasih pada suami dan anak2 saya yang selalu setia menumpangkan tangan dan memberikan harapan2 baru buat saya. Tanpa mereka saya tidak bisa seperti sekarang ini.

Saya berterima kasih pada Muse Hengky dan Semu Susan yang sering mendoakan saya.

Juga pada beberapa hamba Tuhan GKBJ yang memberikan perhatian dan mendoakan saya.

Saya berterima kasih pada sahabat2 saya dan sahabat2 suami saya:

- Dr. Hendra & Dr. Ina yang telah banyak memberikan masukan, informasi, konsultasi, doa, perhatian dan dukungan.

- Aliong & Yunita yang sering memberi kekuatan.

- Bambang & Yung Yung yg telah memberikan semangat baru pada saya,

- Yulia yang setia menolong saya saat kebaktian karena penyakit saya suka kumat saat kebaktian.

- Yenny Tahir yang sangat mengerti keadaan saya.

- Juni yg penuh perhatian

- Keluarga besar saya dan suami yang terus menerus memberikan support

- Teman2 semua di GKBJ Taman Kencana

- Teman2 di GKBJ Samanhudi

- Teman2 sekolah yang terus mendukung dan mensupport saya.

- Merry Indrajati yang begitu penuh perhatian

- Terima kasih juga pada Susu Energen yg super panas, Super bihun dan Super bubur yg super lembek dan panas karena mereka yg setia menemani saya selama 6 thn lebih dan sekarang sudah saatnya saya meninggalkan mereka.

Bila teman-teman ada yang tau teman atau saudara yang mengalami sakit seperti saya, bisa menghubungi saya di email: Sandra_mutiara@hotmail.com.

Saya siap membantu memberikan informasi sebanyak yang saya tau tentang penyakit ini, rumah sakit, dokter dll.

Sekali lagi kuasa Tuhan tidak terbatas, Dia sungguh ajaib dan Dia tidak akan membiarkan kita tergeletak. Amin.

salam,

Sandra Mutiara

No comments:

Post a Comment